Hidup bertetangga di flat kecil kayak rumah bonekaku ini memang penuh warna-warni. Tetanggaku selisih satu rumah dengan rumahku kemarin mejet bel rumah sore-sore. Misoa yang bukain pintu njumpainya. Ternyata ia sebut saja Jan (karena gak tahu namanya) mau curhat sama Henri, ia dapat surat teguran dari seorang tetangga. Pasalnya anjingnya Jan kalau pagi mruput udah menggonggong dengan nyaringnya. Dari rumahku aja kedengaran. Tapi pengirim surat itu tidak jantan, karena suratnya anonim. So mereka hanya mengira-ngira pengirimnya Truudi. Truudi yang lesbi ini tinggal sebelahan denganku. La ngomong-ngomong tentang Truudi, taun kemarin beberapa kali ia mengganggu tidurku yang nyenyak. Ia sedang em el dengan pasangannya. Kalau udah gitu aku tidak bisa tidur lagi, aku hanya bisa nutup telinga dengan bantal. Tapi herannya Henri tidak terganggu, ia bisa meneruskan tidurnya. Pada saat sedang summer kan panas sekali, jendela kamar kami dibuka lebar-lebar, eh tengah malam kami terjaga dengan suara-suara dari kamar Truudi. Mereka sedang berkelahi, lucunya suaranya menggema karena jendela kamar tidur lesbi itu juga dibuka. Dulu saat aku pertama kali dengar, aku takut sekali, aku kira ada kucing bertengkar, suaranya mengerang-ngerang gitu. Syukur udah lama aku tidak terganggu lagi oleh mereka, mungkin mereka udah pisahan.
Tetanggaku sebelah kanan juga suka mengganggu ketentraman kami, mereka pasangan muda yang sering bertengkar, kalau bertengkar mereka pake kata-kata kotor. Bertengkarnya suka tidak lihat jam, tengah malam oke siang hari juga oke. Saat ini kok lama mereka tidak kedengaran suaranya. Semoga ketentraman ini berlangsung lama.
