Wednesday, February 14, 2007
Hidup bertetangga di flat kecil kayak rumah bonekaku ini memang penuh warna-warni. Tetanggaku selisih satu rumah dengan rumahku kemarin mejet bel rumah sore-sore. Misoa yang bukain pintu njumpainya. Ternyata ia sebut saja Jan (karena gak tahu namanya) mau curhat sama Henri, ia dapat surat teguran dari seorang tetangga. Pasalnya anjingnya Jan kalau pagi mruput udah menggonggong dengan nyaringnya. Dari rumahku aja kedengaran. Tapi pengirim surat itu tidak jantan, karena suratnya anonim. So mereka hanya mengira-ngira pengirimnya Truudi. Truudi yang lesbi ini tinggal sebelahan denganku. La ngomong-ngomong tentang Truudi, taun kemarin beberapa kali ia mengganggu tidurku yang nyenyak. Ia sedang em el dengan pasangannya. Kalau udah gitu aku tidak bisa tidur lagi, aku hanya bisa nutup telinga dengan bantal. Tapi herannya Henri tidak terganggu, ia bisa meneruskan tidurnya. Pada saat sedang summer kan panas sekali, jendela kamar kami dibuka lebar-lebar, eh tengah malam kami terjaga dengan suara-suara dari kamar Truudi. Mereka sedang berkelahi, lucunya suaranya menggema karena jendela kamar tidur lesbi itu juga dibuka. Dulu saat aku pertama kali dengar, aku takut sekali, aku kira ada kucing bertengkar, suaranya mengerang-ngerang gitu. Syukur udah lama aku tidak terganggu lagi oleh mereka, mungkin mereka udah pisahan.

Tetanggaku sebelah kanan juga suka mengganggu ketentraman kami, mereka pasangan muda yang sering bertengkar, kalau bertengkar mereka pake kata-kata kotor. Bertengkarnya suka tidak lihat jam, tengah malam oke siang hari juga oke. Saat ini kok lama mereka tidak kedengaran suaranya. Semoga ketentraman ini berlangsung lama.
 
posted by Dinati at 12:54 PM | 10 comments
Friday, February 02, 2007
Kamis kemarin seperti udah kuduga, di tpa aku disuruh kerja lagi di dapur, bayangin setiap Kamis 4 minggu berturut-turut harus nyuci cangkir. Sampe mendem. Sejak di rumah aku sudah berjanji pokoknya kalau di suruh itu lagi, aku harus berani nolak. Eh bener setelah para ibu anak-anak pulang, Yvonne mendekati aku sambil bilang klo aku mesti kerja di dapur lagi, spontan aku menolaknya. Aku merasa plong sekali, setelah brani bilang tidak. Tapi karena saat itu Yvonne mesti belanja bareng beberapa anak dengan 1 stagiair, dan sukarelawan lain Hilly dan Marscha, cewek 16 taun berasal dari Jamaica, yang sedang snuffel stage tidak boleh meninggalkan groep. Aku dengan sukarela mau kerja di dapur, akhirnya dibantu sama Marscha. Jadi ia nyuci cangkir kotor dan aku mengeringkan. Wah ternyata menyenangkan, bisa ngobrol sama itu cewek, ia masih duduk di bangku VMBO, kerja 2 minggu di tpa ntuk melihat apa ia cocok skolah jadi leidster. O iya, Marscha ini sangat assertif, Jum'at ini ia kan kerja di tpa lagi, kemarin kudengar ia udah pesen tidak mau kerja di dapur lagi. Setelah kutanyai, ia ngaku itu hasil didikan ibunya. Ia datang ke Bld saat ia berusia 8 taun, tapi ia tidak punya accent sama sekali, la aku punya tetangga orang Suriname, datang ke Bld saat ia berusia 8 taun, tapi accent Surinamenya kental sekali.

Di tpa ada stagiair baru namanya Daisy, ia indo, ibunya dari Ind tapi dilahirkan di sini. Ternyata ia waktu liat aku pertama kali udah menduga kalau aku berasal dari Ind, sebaliknya aku tidak menduga kalau ia berdarah Ind, padahal wajahnya sangat Asia banget, ya kukira ia campuran Vietnam atau Filipina.

Ternyata si Donnie aleman, kesakitan sedikit aja ia mesti mendatangi aku, sambil bilang "Iyah, ik heb oorpijn, sambil nunjukin telinganya. Lalu kugosok pelan telinganya. Tau aja kalau aku sayang padanya.
 
posted by Dinati at 3:26 PM | 9 comments
Monday, January 29, 2007
Walau alm ayahku dulu pandai mengolah tubuh atawa o.r karena beliau lulusan sto, tapi anak-anaknya tidak ada yang mengikuti jejaknya. Waktu kami kecil dulu beliau tidak berinisiatip mengajari kami. Saat sekolah aku paling stress kalau ada pelajaran o.r, aku paling takut kalau disuruh loncat tinggi atau senam lantai, paling aku jadi pupok bawang, cuma liat teman-teman koprol. Memasuki bangku kuliah aku berinisitatip ikut les tennis, walau aku jalani sampe 2 taun aku tidak bisa main. Hanya buang-buang uang saja, akhirnya aku berhenti. Terus aku belajar berenang dengan teman yang lulusan ikip jurusan o.r, bisanya hanya gaya katak. Kalau sekarang disuruh renang aku pasti sudah lupa. Satu-satunya o.r yang kusukai aerobic, dulu setiap pagi aku sama ibuku selalu mengikuti program senam aerobic di An-tv. Masih pake daster kami mengikuti gerakan-gerakan di depan tv.

Setelah tinggal di sini dengan suami yang semasa mudanya pembalap sepeda amatiran, aku sempat ikut suami fitnes. Akhirnya berhenti karena bosan, aku harus bisa menyetel alat sendiri dan orang-orangnya tidak ramah. Kemudian aku ikut yoga sebentar, berhenti karena aku kadang tidak bisa memahami perintah gurunya. Dan sekarang aku ikut taebo boot camp di sebuah pusat kebugaran dekat rumah, hanya 5 menit dari rumah. Sudah 2 tahun aku jadi anggota di sana. Hasilnya ada, waktu pulkam, aku dapat komplimen dari adikku, katanya bodyku kencang, pantat yang dulu tepos, sekarang agak njedit. Aku jadi setrong, saat adikku nikah, aku bantu-bantu menjamu tamu, aku terperanjat ternyata aku saat itu kuat mengangkat nampan yang penuh dengan gelas berisi teh hangat. Tak sia-sia ternyata aku ikut taebo, bisa berkeringat dan di pusat kebugaran tsb aku punya beberapa kenalan orang londo.
 
posted by Dinati at 9:29 AM | 8 comments
Friday, January 26, 2007
Pagi ini selesai buat perkedel tahu untuk sarapan, aku dikejutkan oleh pemandangan putih di luar, salju tipis. Ternyata bunyi kresek-kresek yang kudengar dari dapur tadi, suara salju turun. Berarti aku harus jalan kaki nih ke tempat kerja, secara aku takut jatuh kalo naik sepeda. Aku punya benda bergerigi produk ANWB, namanya aku lupa. Dipasang di sol sepatu, jadi kalau jalan tidak bakal terpeleset.

Kemarin di tpa, aku kerja di dapur lagi, nyiapkan minum setelah itu cuci cangkir dan gelas yang habis dipakai. Wanita yang buat teh dan kopi untuk peserta kursus massage sampe bilang, "Kayaknya kamu sering ya disuruh kerja di dapur, emangnya berapa sih orang yang kerja di tpa?" Aku bilang, aku tidak bisa assertif, tidak bisa bilang 'tidak'. Orang itu sampe geli campur kasihan, "kamu sih jadi orang jangan terlalu baik." Saat itu di sebelah dapur Yvonne dan Gera sedang duduk-duduk minum teh, kurasa mereka dengar yang kami bicarakan. Saat kami semua makan siang, aku liat Agnes,koordinator tpa, beberapa kali memandang aku, mungkin ia sudah dilapori sama Yvonne. Tapi ia tidak bilang apa-apa padaku, seperti menegur dll.

Ternyata menurut pengamatan, Donnie punya kelainan, walau ia belum lancar ngomong, wong belum genap 2 taun, ia dari segi seksualitas cukup matang. Makanya kemarin waktu aku lagi ngemong Alicia, bayi 7 bulan, ia aku dudukkan di karpet, kepalanya kusandarkan di perutku. Donnie datang dan tubuhnya menindih tubuh Alicia, kemudian mulutnya mencium bibir Alicia kadang pake lidah juga, sampe aku harus mengangkat Alicia. Padahal kulihat anak cowok lain tidak begitu. Wah bahaya nih. Balita kok udah tahu begituan.
 
posted by Dinati at 7:32 AM | 8 comments
Thursday, January 18, 2007
Tadi anak asuhku Donnie nggigit tangannya Denzel, sampe ada bekas gigitannya, agak lecet. Terus dikasih plester sama Yvonne, dan si terdakwa harus duduk di kursi merah di sudut, sebagai hukumannya. Tapi ia manis juga lho, tadi waktu ia liat aku masuk bawa limonade dan buah, ia nyanyi lagu Smakkelijk eten, ia cuma bisa reffrainnya, hap hap. Terus ia aku gendong ngajak ngobrol, ia mandang aku lama, terus aku dapat ciuman 3 kali di bibir, hi..hi.. bibirku jadi basah karena ludahnya.

Siangnya aku ikut Hilly, sukarelawan, ke Aldi. Kebetulan aku ingat di sana lagi ada koekenpan yang sedang diaanbieding, cuma 5.99 euro. Aku beli 2, mumpung murah. Biasanya kami belanja kesana tiap Jum'at, tapi aku takutnya di hari itu barangnya sudah habis. Aku diantar pulang sama Hilly, karena sedang hujan badai. Tadi memang aku tidak naik sepeda, karena menurut ramalan cuaca mau ada hujan badai.
 
posted by Dinati at 2:42 PM | 9 comments
Tuesday, January 16, 2007
Minggu malam itu habis diner, aku sama Henri leyeh-leyeh di ruang tamu. Tiba-tiba telpon berbunyi, suami liat di nummer melding, terus bilang itu pasti telpon untuk kamu Dy, cari alasan padahal males nerima telpon. Kuambil gagang telpon, kemudian, terdengar percakapanku dengan si penelpon.
Aku: Hallo, met Dyah.
Si penelp : Ops, ik denk ik heb het verkeerde nummer gedraaid. (Saya rasa saya salah pejet nomer)
Si penelp: Sorry, Doei.
Aku: Geeft niet, doei.

Itu salah sambung kataku pada Henri, sambil aku tambahin, "ia belum bilang salam halo",lalu kudengar ," lhoh kok suara buitenlander" buitenlander=immigrant. Henri langsung bilang dengan nada tinggi "ia bilang gitu"?, sambil mau ambil gagang telpon. Oeps ia pasti mau nelpon balik si penelpon. Cepat-cepat aku bilang, gak orangnya gak bilang gitu, ia bilang kayak gitu dalam hati kok.

Biasanya sih begitu, setiap ada telpon, dan aku yang nerima telpon, setelah aku bilang salam, setelah si penelpon dengar suaraku pake aksen asing gitu, langsung tahu nomer yang dituju salah sambung. he...he..
 
posted by Dinati at 11:28 AM | 9 comments
Friday, January 12, 2007
Kamis kemarin kerja di TPA setelah liburan 2 minggu. Kangen juga sama anak-anak asuhanku. Ternyata ada perubahan penataan kursi dan meja. Lebih baik menurutku. Yvonne, leidster yang kerja di sana, minta aku untuk ikut ia ke kantor. Ia ngasih tahu kalau ia akan berhenti kerja disana, jam kerja 20 jam per minggu dirasa terlalu banyak dan berat untuknya. Aku merasa diuwongkan, bahasa apaan sih, merasa dihargai olehnya, udah diberitahu langsung oleh yang bersangkutan. Menurutku kerja di TPA memang berat, tanggung jawabnya dan anak-anak nakal sekali bikin kepala senut-senut. Dulu aku ngotot berat untuk ikut opleiding SPW 3, 2 kali melamar di beberapa TPA gak keterima, karena faktor usia aku harus ambil program BBL, sekolah dikombinasikan dengan kerja di TPA. Aku dulu sampe nyari-nyari info spy diterima, disarankan untuk nyari pengalaman kerja di TPA dulu, dan sampe akhirnya diterima kerja sukarela di Kruimeltje ini. Tapi akhirnya impianku untuk sekolah SPW 3 harus kulupakan, sudah malas karena gak ada yang nerima aku.

Cowok londo kecil ini namanya Donnie, anak kesayanganku. Mijn schatje, karena kalau ia mau minta dibacain buku mesti narik-narik tanganku minta diambilkan buku di rak, sambil ngomong boek, boek. Suka manggil-manggil namaku. Suaranya imut-imut. Usianya mau 2 tahun. Bajunya selalu harum, entah pake sabun cuci apa. Kadang-kadang kalau ia mau pulang, aku nagih minta dicium, aku jongkok sambil nunjuk pipiku dan ia tidak keberatan mendaratkan bibirnya yang merah ke pipiku. Tapi anaknya gak bisa diam, bergerak terus dan agak nakal juga suka main dorong temannya dan suka gigit. Kemarin ia dapat gigitan balasan dari anak lain di jari tangannya. Ia langsung menjerit kesakitan. Kulihat ada bekas gigitan di jarinya. Kacian juga.

Waktu makan buah, aku dapat tugas ngupas buahnya. Saat itu ada anak, namanya Wim, walaupun udah mau 4 tahun, tiap pagi mesti nangis kalau ditinggal ibunya pulang. Ia ngomong semua orang merindukan ibu masing-masing. Aku nyahut, Kalau aku kangen dan mau bertemu ibuku aku harus berjam-jam terbang pake pesawat lho, dan 4 minggu kemudian aku harus menangis karena harus meninggalkannya seperti saat ibumu menitipkanmu di Kruimeltje. Yvonne bilang tuh dengar apa yang Dyah katakan.


**********************************

Sesuai dengan resolusiku di tahun baru ini, tadi aku ke Turke slagerij beli daging halal. Slagerijnya dekat rumah, secara rumahku dekat dengan centrum. Mengenai ini aku banyak tanya-tanya sama Inot. Habis itu ke toko Asia, di depan toko, kudengar ada orang menyapaku, wanita bertampang Asia, mengucapkan selamat tahun baru dan tanya ttg les nyetirku, ia bersama laki-laki Belanda. Aku lupa-lupa ingat siapa wanita itu, tapi saat aku masuk ke toko, aku baru ingat ia teman les nyetirku yang ngasih aku keset, jd nyesel mengapa aku tidak menyalami pacarnya juga, karena ialah pemilik pabrik kesetnya. Di dalam toko aku ketemu teman sekelas kursus bahasa Belanda dulu. Ia dari Indonesia. Sudah 3 tahun tidak bertemu, ngajakin ketemuan dengan teman-teman yang lain. Aku sih oke aja. Tapi kayaknya susah ngumpulin mereka, sudah sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.

Nanti malam mau nyoba buat sushi, resepnya liat di blognya Susi, ibu satu ini memang jago masak.
 
posted by Dinati at 4:04 PM | 10 comments