Walau alm ayahku dulu pandai mengolah tubuh atawa o.r karena beliau lulusan sto, tapi anak-anaknya tidak ada yang mengikuti jejaknya. Waktu kami kecil dulu beliau tidak berinisiatip mengajari kami. Saat sekolah aku paling stress kalau ada pelajaran o.r, aku paling takut kalau disuruh loncat tinggi atau senam lantai, paling aku jadi
pupok bawang, cuma liat teman-teman
koprol. Memasuki bangku kuliah aku berinisitatip ikut les tennis, walau aku jalani sampe 2 taun aku tidak bisa main. Hanya buang-buang uang saja, akhirnya aku berhenti. Terus aku belajar berenang dengan teman yang lulusan ikip jurusan o.r, bisanya hanya gaya katak. Kalau sekarang disuruh renang aku pasti sudah lupa. Satu-satunya o.r yang kusukai aerobic, dulu setiap pagi aku sama ibuku selalu mengikuti program senam aerobic di An-tv. Masih pake daster kami mengikuti gerakan-gerakan di depan tv.
Setelah tinggal di sini dengan suami yang semasa mudanya pembalap sepeda amatiran, aku sempat ikut suami fitnes. Akhirnya berhenti karena bosan, aku harus bisa menyetel alat sendiri dan orang-orangnya tidak ramah. Kemudian aku ikut yoga sebentar, berhenti karena aku kadang tidak bisa memahami perintah gurunya. Dan sekarang aku ikut taebo boot camp di sebuah pusat kebugaran dekat rumah, hanya 5 menit dari rumah. Sudah 2 tahun aku jadi anggota di sana. Hasilnya ada, waktu pulkam, aku dapat komplimen dari adikku, katanya bodyku kencang, pantat yang dulu
tepos, sekarang agak
njedit. Aku jadi
setrong, saat adikku nikah, aku bantu-bantu menjamu tamu, aku terperanjat ternyata aku saat itu kuat mengangkat nampan yang penuh dengan gelas berisi teh hangat. Tak sia-sia ternyata aku ikut taebo, bisa berkeringat dan di pusat kebugaran tsb aku punya beberapa kenalan orang londo.